Bola · 22 Agustus 2022 0

Pelan-pelan, Tchouameni Menjawab Keraguan Suporter Madrid

Pelan-pelan, Tchouameni Menjawab Keraguan Suporter Madrid. (Foto : Silvestre Szpylma/Quality Sport Images/Getty Images)

Ekspektasi pendukung Real Madrid terhadap Aurelien Tchouameni langsung meningkat selepas kepergian Casemiro ke Manchester United di musim panas ini. Pelan-pelan, gelandang bertahan asal Prancis itu mulai menjawab keraguan yang hadir.

Tchouameni awalnya di beli sebagai rencana jangka panjang Madrid, seiring mulai menuanya trio andalan lini tengah El Real yang diisi Casemiro, Luka Modric, dan Toni Kross. Harapannya, tongkat estafet dari Casemiro kepadanya di berikan pelan-pelan.

Namun situasi di lapangan berubah drastis. Casemiro menerima tawaran dadakan yang hadir dari MU. Dengan stok gelandang yang tersisa saat ini, pelatih Carlo Ancelotti mau tak mau mempromosikan Tchouameni lebih cepat.

Tekanan pun hadir, terlebih Tchouameni tak tampil baik saat Real Madrid mengalahkan Almeria 2-1 di pekan pertama Liga Spanyol. Di turunkan menjadi starter, ia kemudian diganti pada menit ke-58, saat Madrid masih tertinggal 0-1.

Saat itu, Tchouameni di nilai masih ‘demam panggung’, belum siap di beri beban besar. Meski begitu, Ancelotti membelanya, mengatakan bahwa sang pemain hanya belum terbiasa dengan tanggung jawab yang ada, namun sudah bagus saat latihan.

Pekan berikutnya melawan Celta Vigo, Tchouameni kembali menjadi starter, dengan kondisi Casemiro sudah setuju pindah ke MU. Di laga yang berkesudahan 4-1 untuk Madrid, ia tampil lebih tenang dalam memutus serangan lawan, membantu lini pertahanan, dan mengalirkan bola ke depan.

Ia seolah menjawab nada-nada sumbang yang sempat hadir sebelumnya, membuktikan bahwa ia sudah siap mengisi tempat yang di tinggalkan Casemiro di Real Madrid. Kontribusinya lebih besar di bandingkan saat melawan Almeria.

Di laga melawan Celta, Tchouameni tampil lebih agresif. Marca mencatat ia menyentuh bola 68 kali dan membuat 9 ball recovery. Di laga melawan Almeria, ia cuma menyentuh bola 47 kali dan membuat 4 ball recovery.

Akurasi umpannya memang menurun dari 95,7 persen menjadi 89,7 persen, namun mengingat dirinya jauh lebih banyak terlibat permainan, tentu hal itu tak menjadi masalah besar.

Whoscored juga merangkum upaya bertahan Tchouameni yang melakukan dua tekel sukses, tiga intersep, dan empat sapuan di laga melawan Celta. Ia juga melakukan tiga dribel sukses dan melepaskan satu tembakan.

Angka di atas lebih baik di bandingkan saat melawan Almeria, di mana ia membuat dua tekel sukses dan satu intersep. Ia juga melepaskan satu tembakan, namun di blok. Singkat kata, penampilannya membaik.

Tchouameni memang tiba-tiba di hadapkan dengan tanggung jawab besar. Wajar bila ia kaget di awal. Namun jika Real Madrid berani membelinya seharga 80 juta Euro, tentu ia memiliki keistimewaan.

Kini, tinggal bagaimana Tchouameni menjaga konsistensi dan melanjutkan penampilan impresif di laga-laga selanjutnya. Ia memang masih muda, tapi masa depan Madrid tampak aman bersamanya.